Senin, 24 Februari 2014

Penyatuan Dalam Jarak


Semilir sepoi-sepoi angin siang hari kali ini,membawaku pada sebuah kenangan lalu yang mungin saja terlupakan.rupanya sudah lama cerita itu ku pendam sendirian dan saat inilah sudah waktunya tuhan datangkan.celotehku siang ini di pojokan kamar
Namaku lisa,aku seorang mahasiswi perguruan negri tinggi ternama di kotaku.aku sedang merasakan liburan akhir semester panjang,yang ku habiskan hanya di rumah saja.tidak pernah ku fikirkan sebelumnya,ternyata liburanku kali ini sangat bermanfaat.aku fikir dengan leha-leha di rumah saja sangat tidak menguntungkan bagiku,hingga akhirnya aku memutuskan untuk menghabiskan sisa liburan ini dengan giat menulis.entah apa saja yang aku tulis,yang jelas aku senang mengungkapkan isi hatiku dengan tulisan,mungkin saja tulisan ini akan bisa ku baca kembali di kemudian hari,sehingga memudahkanku untuk mengenang.ya aku hanyalah gadis yang seperti lainnya,suka ini suka itu,mau ini mau itu,hobi ini hobi itu dan masih banyak lagi kesamaan setaranya.begitu pula tentang masalah cinta.hal yang biasa menurutku di kehidupan.
4 tahun yang lalu,semasa aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas aku sempat menyukai seorang pria yang memang baru ku kenal.pria tersebut baik tapi mungkin kurang akrab denganku,sehingga dia terkesan cuek cuek bebek.yah pada akhirnya rasa suka itu hanya ku pendam sebatas kakak-adik saja.karena memang aku merasa tak punya nyali atau kelebihan apapun untuk bisa dekat dengannya.dan yang aku yakini pula pada saat itu rasa sukaku mungkin hanya sekedar rasa sukanya monyet-monyetan,alias cinta monyet,hahaha lucu sih memang.
Hari kelulusanpun tiba,dan aku merasa sangat puas dengan lepasnya predikatku sebagai pelajar yang sebentar lagi akan aku sandang predikat mahasiswa.Hah, ku hela nafas panjang lalu ku bergegas pulang untuk menunjukan hasil 3tahun ku selama ini kepada kedua orang tuaku.Tapi,rasa bahagiaku ternyata sampai di situ.Sebab aku harus menelan sedihnya perpisahan pula dengan pria yang sudah lama ku sukai itu.Ya mau tidak mau aku harus merelakan semua rasa sesak itu dan aku tetap berdiri ke depan dengan keyakinan mungkin masih banyak pria lain di luar sana yang akan menggantikan sosoknya.
Akupun menyandang predikat sebagai mahasiswa dan begini rupanya rasanya jadi mahasiswa yang terlihat super sibuk.Padahal saat aku merasakannya,tidak ada ku rasakan super sibuknya,berbeda mungkin ya.Suatu ketika aku mengingat sosok pria itu,pria yang pernah ku sukai semasa sekolah dulu.Ngomong-ngomong bagaimana ya kabarnya ? dimana dia sekarang ? ah,rupanya aku rindu pada pria itu sehingga aku beracau sendirian membuat pertanyan di kepala ku yang ku bungkus satu-satu bak balon di atas kepala.Dan pada akhirnya karena keasyikanku di dunia maya,aku memutuskan mencari salah satu sosial media miliknya,dan apa yang terjadi ? aku menemukanya,namanya begitu terpampang jelas di depan mataku.Aaaaa ‘teriakku’,akupun kegirangan dan setiap harinya kerjaanku mengintip aktifitasnya lewat dunia maya itu,bahkan untuk menyapanya pun aku tak punya nyali.Aku menciut dan hal itu selalu aku lakukan setiap harinya sampa pada akhirnya aku bosan.Bosan yang hanya bisa mengintip aktifitasnya tanpa menyapa.Lalu akhirnya aku tak mengetahui lagi kabarnya setelah satu tahun berlalu pada saat aku sering stalking dia di sosial medianya.
Pria itu seperti hantu,menyeramkan juga membuatku penasaran.Ini sudah satu tahun tepatnya aku tak lagi mengintipnya.Tiba-tiba aku punya sedikit nyali untuk menyapanya hanya sekedar hay,dan ternyata aku mendapat jawaban baik.Diapun menyapa balik hay ku itu,dan kami berbincang-bincang banyak.Lalu setelah beberapa hari kedekatan kami,pria itupun menghilang lagi.Tidak ada kabar jelasnya,dan disitu aku tau bahwa diapun masih menjalin hubungan dengan kekasih lamanya.Aku menciut lagi.Pada akhirnya ku putuskan untuk menyudahi rasa penasaran yang terus berkelanjutan ini.
Setahunpun berlalu kembali,pada akhirnya beberapa bulan yang lalu aku punya nyali yang cukup banyak lagi untuk meyapanya.Hay atau hallo atau apalah lainnya sapaku kala itu,dan diapun masih sama seperti dulu,dengan sikapnya yang memang sedikit cuek-cuek bebek.Tapi nyaliku tak menciut langsung,aku malah semakin bersemangat mencari perhatiannya.Dan pada akhirnya yess yesss,dia meminta kontakku.Oke,mungkin ini poin keberuntungan pertama kalinya selama 4tahun ini.Dan segera aku berikan kontakku kepadanya.Tak lama,handphoneku berdering rupanya itu dia.Ya bahasanya yang sedikit basa-basi menanyakan kabar yang entah berantah,sudahlah lupakan soal itu.Jadi pada intinya saat ini entah aku merasa sangat bahagia,dan begitu bahagia.komunikasi pun tak pernah lepas setiap harinya,selalu saja ada hal-hal menarik lainnya yang kami perbincangkan.Entah itu kadang garing sih ‘’kriuuukk.Komunikasi semakin intens dan kamipun semakin dekat,ah memang ini yang ku mau,racauku dalam hati.
Sebulan setelah kedekatan kita,diapun mengajakku bertemu kembali.Wahh,ini mimpi apa fikirku ? mimpi siang bolong mungkin ya ? dan pada akhirnya aku mengiyakan kemauannya.Ya itung-itung melepas rasa rindu kataku.kamipun bertemu dan berbincang banyak hal.Berkecamuk semua rasa di hatiku kala itu,entah itu senang bahagia atau bahkan kesal.Namanya juga orang jatuh cinta lagi hahaha.Tak sampai disitu rupanya pertemuan itu,kamipun selalu meluangkan waktu untuk bertemu dan terus bertemu.Sehingga kadang tak pernah terasa jauh darinya.
Lalu setelah kedekatan kami semakin terjalin,suatu ketika tanpa terdua-duga dia menghampiriku yang tepatnya aku berada di rumah.aku fikir siapa yang malam-malam datang ke rumah,sebab aku memang tak mempunyaI pacar,teman pun pasti sebelumnya menghubungiku dulu jika hendak bertamu.Dan ternyata pria itu,tak ada angin tak ada hujan ternyata pria ini datang ke rumahku sambil membawa seikat bunga mawar merah di genggamannya.Dan aku seketika tersentak bahkan melongo.Ahh,ternyata ini bukan mimpi,bukan halusinasi,ini nyata terpampang di depan mata.Singkat cerita,intinya dia menyatakan perasaannya dan menginginkanku menjadi kekasihnya malam kala itu.Dengan muka yang mungkin merah merona atau dengan dada yang begitu hebat berdetak serta tanganku yang kaku seakan di dalam kulkas hahaha dan akupun tanpa fikir panjang mengiyakan setiap pernyataannya.Dan malam kala itu aku sangat begitu bahagia,layaknya seorang putri raja.
Mungkin inilah tuhan menjawab atas semua permintaan ku selama ini.4tahun bukan waktu yang singkat untuk hanya sibuk sendirian memendam rasa suka yang ku anggap sekedar cinta monyet.Malah penyatuan itu tak pernah ku bayangkan sebelumnya dan tuhan menjawab semua pintaku kala 4tahun silam.
Rupanya cinta tak pernah gagal,cinta tak pernah bohong dan cinta tak pernah pudar.Selama dan sejauh apapun cinta itu terbentang dan terhalang yang namanya penyatuan akan tetap ada walau entah kapan itu akan datang.Hanya saja tuhan selalu merahasiakan saat yang indah,entah itu esok entah itu lusa atau entah itu beberapa puluh tahun lagi lamanya.Yang jelas yang aku tau cinta tak pernah gagal mempersatukan dua insan manusia yang memang tak pernah mengbohongi rasa.
Tuhan hanya akan mengajarkan kita apa artinya sebuah perjuangan dan penantian,sekalipun itu adalah penantian yang panjang.Tuhan akan selalu menyelipkan sebuah harapan dalam setiap doa yang kita panjatkan,karena tuhan tidak akan tinggal diam ketika melihat kita yang tak pernah lelah untuk berjuang.Jawaban dalam setiap doa pun bervariasi,ada yang mungkin kenyataan karna sesuai dengan penantian dan ada yang membutuhkan waktu sangat cepat atau mungkin bahkan waktu yang sangat begitu panjang.Ada juga cara lain tuhan untuk menjawab penantianku,dengan di hadirkannya sosok lain untuk menggantikan yang kita harapkan.Karena sosok yang kita harapkan mungkin tidak pantas untuk kita dapatkan.Sehingga nikmatilah setiap apa pemberian tuhan dari penantian yang kita harapkan.Percayalah tidak ada yang sia-sia terutama cinta yang tidak akan pernah gagal mendefinisikannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar