Rabu, 11 Februari 2015

Dan Lagi

seketika aku tersenyum dalam lamunan
tersadar akan apa yang telah aku lalui hingga hari ini
aku mengerti dan aku pahami
bahwasannya setelah kehilangan tidak menjamin datangnya kebahagian
dulu aku selalu berfikir
mungkin setelah kehilangan aku tidak akan lagi merasakkannya kedua kali
ahh ternyata hanya halusinasi
sebab hidup akan terus berjalan seperti semula
jatuh bangun, pahit manis , hingg asam asin.
kali ini rasanya berbeda
sumber asal dari ulah ku sendiri
terlalu instan berfikir
terlalu permudah masalah
hingga mungkin,tuhan geram dan akhirnya memberi hukuman
tuhan,jika aku boleh meminta
tolong beri penawar dalam setiap rasa sakit ini
tolong beri maaf pada setiap apa yang telah aku suguhkan sendiri
tuhan,kalau boleh aku meminta
jika tak  kau kembalikan,maka tolong gantikan
tuhan,bolehkan aku memohon
jangan lagi kau beri rasa sakit yang lama tidak ada penawarnya
sebab terlalu khatam menahannya

rasa apa ini ???
terus di hantuii
terus menerkam jiwa
terus menghujam dada
hinga ku rasa penawar yang mana lagi yang bisa mengobatinya
selain kamu..
ya, kamu yang memutuskan untuk pergi
dan aku, aku mana mampu menahanmu untuk tetap disini.

kamu menghampiri dengan seribu asa
jelas terlihat lewat raut wajahmu
aku memasang muka kaku,seakan tau apa yang ku perbuat
kamu mendekatiku,seolah ingin menerkamku.
dan yang ku rasa saat itu hanya pasrah.
aku mengerti kamu akan marah
aku paham kamu akan berontak
dan aku takut kamu pergi.
lalu kamu menggegam erat jemariku,
ahh jantungku terus berpacu,kencang sekencang-kencangnya.
tepat di depan wajahku,ku rasakan lembut nafasmu dan seketika keluar suara parau mu,
'sudahlah,apa yang kita tunggu lagi. semua telah terjadi,kamu melakukan ini lagi'
langsung ku tatap mata mu dalam-dalam,dan aku berkata
'maaf,maaf untuk kesekian kali,tapi memang ini yang sebenarnya terjadi,maaf aku telah mengecewakanmu teramat dalam,tak perlu kamu jelaskan,tapi aku tauu, aku tauuu ka...
kamu menahan bibirku dengan jemarimu
'sudahlah,jangan kamu terusi lagi ucapan itu,kamu mengerti bukan ?'
dan aku hanya terdiam seraya mengangguk'.
aku hanya mampu menangis sejadi-jadinya dan terduduk di bangku yang terletak di tengah taman.
ya,di taman ini tempat pertama kali kita bertemu,dan aku tidak bisa bayangkan jika di taman inipun akan menjadi saksi dimana terakhir kali kita berpisah.
rasanya aku ingin memeluk mu erat,namun ego ku terlalu kuat.
aku menyapu bersih air mataku,lalu aku berkata 'maaf,maafin aku sekali lagi,rupanya ini jalan terbaik,tapi... tapi aku tidak ingin memutuskan komunikasi ini'
kamu tertawa kecil 'yang lalu sudahlah berlalu,aku bukan tipe pria yang sudah putus lalu masih saling komunikasi,aku tidak ingin seperti itu.
dan air matapun jatuh lagi 'tapi aku tidak bisa,aku tidak sanggup menjalani ini bila kamu harus pergi begitu saja'
kamu teriak dengan lantang 'lantas,apa aku haru terus-terusan bersama mu dan kamupun dengan yang lain', kamu egois , kamu rakus !!
' bukann, bu. . bukan seperti itu maksud ku,aku tidak bermaksud menjadikanmu pelampiasanku, tapi aku tidak mampu jika kamu harus pergi begitu saja' jawabku tersedu
 suaramu melembut parau 'sudahlah al,bahagia saja dengan pilihanmu,bukankah kamu yang memilihnya sendiri ?"
iyaa,tapi aku tidak bisa kehilangan kamu begitu saja,beri aku waktu,aku tidak bisa menerima ini dengan mudah' aku kembali menangis sejadinya
lalu,mengapa kamu pilih dia ? iya,dia !! dia yang jelas memasuki hubungan kita !! kenapa kamu harus berbohong padaku alisa!!
aku tidak bi...
aku memotong pembicaraan mu 'maaf , maafkan aku kali ini. yaa aku tau , aku egois,aku tidak nyaman dengan sikap kasar mu ,sikap curigaanmu,,aku juga lelah dengan itu !!
oke,oke,kamu tidak nyaman dengan sikapku ?? oke !! harusnya kamu menerima aku apa adanya,dan aku melakukan ini karna aku terlalu sayang sama kamu !!! sudah,sudah ku tidak ingin memperpanjangnya lagi,sudah yaa, aku minta maaf dan tolong tidak ada lagi komunikasi' lantangmu tegas
tidakk,aku tidak ingin yang begini,aku tidak mau seperti ini. sudah ku katakan aku punya alasan kenapa aku bisa melakukan ini.dan tolong terima alasanku.maka jangan pergi begitu saja,aku tidak bisa menerima dengan mudah' isak ku
suara mu mulai melantang lagi 'dan apa kamu fikir aku bisa menerima ini semua dengan mudah ?? apa bisa ??? !!
aku terdiam, tak mampu berkata

yaa,banyak makna telah ku terima dalam peristiwa ini.namun aku tahu di balik ini tuhan telah siapkan cerita indah. hidup boleh berganti,namun ceritanya tidak akan terhenti

Bersambung